Sosok John Herdman kembali jadi bahan perbincangan publik. Tapi kali ini bukan soal strategi atau taktik di lapangan, melainkan gaya santainya saat menikmati waktu luang di Indonesia.
Sebuah video yang ramai di media sosial memperlihatkan momen unik ketika ia bermain sepak bola bersama warga lokal di Lombok. Tanpa kesan formal, ia tampil sederhana—tanpa alas kaki dan tanpa baju, hanya mengenakan celana pendek seperti warga sekitar. Suasana permainan pun terasa cair, penuh tawa, dan jauh dari kesan kaku.
Momen ini langsung menarik perhatian banyak orang. Banyak yang menilai bahwa Herdman mulai benar-benar “melokal” dan nyaman dengan kehidupan di Indonesia. Ia terlihat tidak menjaga jarak, bahkan seolah sudah menjadi bagian dari masyarakat setempat. Interaksi yang natural seperti ini jarang terlihat dari sosok pelatih asing.
Gaya Santai yang Beda dari Pelatih Asing pada Umumnya
Biasanya, pelatih luar negeri dikenal cukup menjaga batas antara urusan profesional dan kehidupan pribadi. Namun, yang ditunjukkan Herdman justru kebalikannya. Ia memilih menikmati waktu luang dengan cara sederhana, berbaur langsung dengan warga tanpa protokoler yang ribet.
Sikap ini jadi nilai plus tersendiri di mata publik. Banyak yang melihatnya sebagai sosok yang rendah hati dan mudah beradaptasi. Tidak heran jika julukan “melokal” mulai melekat padanya di kalangan netizen.
Setelah FIFA Series 2026, Pilih Nikmati Waktu Libur
Momen santai ini terjadi setelah Herdman menyelesaikan tugasnya bersama Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026. Dalam turnamen tersebut, skuad Garuda tampil cukup meyakinkan.
Indonesia berhasil menang telak 4-0 saat menghadapi Timnas Saint Kitts dan Nevis. Namun, di partai final, mereka harus mengakui keunggulan Timnas Bulgaria dengan skor tipis 0-1.
Meski belum membawa pulang gelar juara, performa tim tetap mendapatkan banyak apresiasi. Permainan yang lebih rapi dan terarah jadi tanda bahwa ada perkembangan positif di bawah kepemimpinannya.
Adaptasi Cepat Jadi Kunci
Apa yang dilakukan Herdman di luar lapangan sebenarnya menunjukkan satu hal penting: kemampuan adaptasi. Ia tidak hanya fokus pada tim, tapi juga berusaha memahami lingkungan dan budaya tempat ia bekerja.
Hal seperti ini bisa berdampak besar, bukan cuma untuk hubungan dengan masyarakat, tapi juga untuk chemistry di dalam tim. Pelatih yang bisa menyatu dengan lingkungan biasanya lebih mudah membangun kedekatan dengan pemain.
Sekarang, Herdman sedang menikmati masa istirahat sebelum kembali fokus ke agenda besar berikutnya. Dengan pendekatan yang santai tapi tetap profesional, banyak yang penasaran sejauh mana ia bisa membawa Timnas sepak bolaIndonesia berkembang ke level berikutnya.